Kopi VS Anggur

Kopi...

Minuman yang hanya berasal dari biji kopi yang disangrai dan dihaluskan menjadi bubuk ini, awalnya hanya banyak digemari oleh kalangan orang dewasa, sebab aslinya kopi memiliki rasa yang pahit bukan? Namun siapa sangka... kopi yang tadinya hanya digemari oleh para orang dewasa, kini berkembang pesat dengan berbagai varian rasa dan kemasan yang menarik, sehingga menjadi salah satu minuman populer di dunia yang diminati oleh berbagai kalangan masyarakat.

Wahh jaman sekarang, apalagi bagi kita kaum millennial, udah paling nikmat ya kalo udah pesen kopi sambil nongkrong cantik di kafe... dengan ditemani segelas kopi dingin, hangat, dan banyak juga yang lebih suka one shot (dengan takaran gelas mini). Apapun jenisnya, behhh.. kalo udah sama temen, apalagi sama pacar.. yg lain udah serasa ngontrak lah yaaa.. (#LOL)

Dan ngomong-ngomong tentang one shot... sadar ga sih teman-teman kalo disaat Perjamuan Kudus, anggur yang dibagikan untuk kita minum, takaran bahkan gelasnya itu mirip yaa sama kopi one shot...

 VS

Yaa sebenarnya aku pun baru sadar ketika Perjamuan Kudus sedunia sekitar 3 minggu yang lalu sihh... dimana ketika waktunya anggur diminum, tiba-tiba entah pasti dari sebelah mana, aku dengar seperti ada yang menyeruputnya dengan nikmat sekaliii.. yang seketika itu aku pun teringat gaya kebanyakan orang yang santai menikmati kopinya, dan aku pun sontak berkata dalam hati "dikira ini di kafe apa?! hahaha"

Tapi teman-teman... fenomena seperti itu, sebenarnya jadi pertanyaan refleksi untukku: "Apakah selama ini aku pun sudah dapat memaknai Perjamuan Kudus dengan benar?"

Sebab dalam firmanNya dalam 1 Korintus 11:23-29 pun dinyatakan "(23) Sebab apa yang telah kuteruskan kepadamu, telah aku terima dari Tuhan, yaitu bahwa Tuhan Yesus, pada malam waktu Ia diserahkan, mengambil roti (24) dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: "Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!" (25) Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: "Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!" (26) Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang. (27) Jadi barangsiapa dengan cara yang tidak layak makan roti atau minum cawan Tuhan, ia berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan. (28) Karena itu hendaklah tiap-tiap orang menguji dirinya sendiri dan baru sesudah itu ia makan roti dan minum dari cawan itu. (29) Karena barangsiapa makan dan minum tanpa mengakui tubuh Tuhan, ia mendatangkan hukuman atas dirinya.", sehingga sebenarnya roti dan anggur yang kita terima saat Perjamuan Kudus itu bukan hanya tentang "bagaimana kita dapat menghayati pengorbananNya lewat tubuh dan darahNya saat kita memperingati Perjamuan Kudus?" aja ya, tapi "bagaimana pula kehidupan kita sesudahnya?", "apakah kita sudah benar-benar hidup yang dibaharui sebagai anakNya?"

Kadang memang kayaknya susah ya untuk memaknai Perjamuan Kudus dengan makna sesungguhnya... apalagi banyak banget tantangan dan godaan di jaman sekarang ini, terlebih bagi kita yang pemuda.
Tapi teman-teman... Tuhan pun sudah berkorban dengan tubuh dan darahNya hanya untuk menebus dosa-dosa kita, dan "maukah kita belajar untuk mau terus belajar memperbarui kita sebagai anak yang telah ditebus olehNya?"

Aku pun masih belajar, dan mari kita sama-sama belajar untuk senantiasa "memperbarui hidup kita sebagai anak yang telah ditebus olehNya" 🙏

Komentar