Setia
Setia...
Apa yang akan terlintas dalam pikirkan kita saat mendengar atau membaca kata ini? Mungkin kita berpikir bahwa setia itu tidak meninggalkan dan tidak ditinggalkan. Ya, arti kata setia dapat kita gambarkan seperti itu. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sendiri, kata "setia" memiliki pengertian berpegang teguh pada janji.
Apa yang akan terlintas dalam pikirkan kita saat mendengar atau membaca kata ini? Mungkin kita berpikir bahwa setia itu tidak meninggalkan dan tidak ditinggalkan. Ya, arti kata setia dapat kita gambarkan seperti itu. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sendiri, kata "setia" memiliki pengertian berpegang teguh pada janji.
Dalam hidup ini, siapa sih yang tidak senang jika memiliki orang-orang yang setia disekelilingnya? Kita pasti akan merasa senang kalau ada orang yang setia kepada kita, seperti teman yang setia, atau mungkin kita sebagai anak muda pasti juga akan merasa beruntung kalau punya pacar yang setia. Bahkan kesetiaan seringkali menjadi kriteria bagi seseorang mendekati orang lain.
Namun, sesungguhnya kesetiaan manusia tidaklah kekal dan abadi. Kesetiaan manusia terhadap sesamanya mungkin dapat diperjuangkan, namun kesetiaan manusia dapat luntur dan hilang karena suatu hal. Lain halnya dengan Tuhan yang selalu setia kepada kita. Dialah satu-satunya yang memiliki kesetiaan yang kekal dan abadi. Hal ini dibuktikan-Nya lewat pengorbanan-Nya diatas kayu salib, tidak hanya untuk menebus semua dosa-dosa kita, tetapi juga sebagai jalan keselamatan manusia dalam menjalin relasi dengan Allah.
Tetapi, sesungguhnya kita adalah manusia yang tak pernah luput dari dosa. Secara kita sadari atau tidak, terkadang atau bahkan seringkali kita masih terjerumus dalam lubang dosa. Sebelum karya penebusan-Nya diatas kayu salib, sesungguhnya Tuhan sudah mengetahui bahwa manusia tidak pernah terlepas dari yang namanya dosa. Lalu, yang menjadi pertanyaannya sekarang adalah "Mengapa Tuhan masih mau mengorbankan diri-Nya diatas kayu salib jikalau Dia sudah mengetahui bahwa manusia tidak pernah lepas dari jeratan dosa?". Jawabannya hanyalah karena kesetiaan-Nya. Ya, karena kesetiaan-Nya kepada kita, Dia rela menanggung beban salib. Dia adalah Tuhan yang tidak akan pernah meninggalkan kita sekalipun kita berpaling dari-Nya. Dialah Tuhan yang tidak pernah meninggalkan kita dalam situasi dan kondisi yang seperti apapun, sekalipun kita sedang menghadapi persoalan yang berat atau meski kita sedang dalam keadaan yang terpuruk. Benar, hanya Tuhan yang akan tetap setia menggendong dan menuntun kita.
"Lantas, sudahkah kita juga bersikap setia kepada-Nya?"
Menghadapi pergumulan atau godaan-godaan yang nikmat dari dosa terkadang melemahkan kita untuk bersikap setia kepada Tuhan. Contohnya, saat kita menghadapi pergumulan dan kita berdoa memohon pertolongan daripada-Nya, namun Tuhan tidak langsung mengabulkan permohonan kita, itu menjadikan kita berpikir bahwa Tuhan tidak mendengarkan dan tidak menjawab doa-doa kita. "Tapi apakah Tuhan tidak mendengar dan tidak menjawab seruan doa kita?". Sesungguhnya tidak, karena Tuhan adalah Allah yang setia dan tidak akan pernah meninggalkan kita. Jika Tuhan belum mengabulkan doa-doa kita itu berarti mungkin karena Dia telah menyiapkan jalan lain yang tentu akan terbaik dan terindah untuk kita, atau mungkin juga karena Tuhan menginginkan kita untuk dapat menjalin hubungan yang lebih intim dengan-Nya lewat setiap doa-doa yang kita panjatkan kepada-Nya.
Oleh karena itu, marilah kita juga bersikap setia kepada Tuhan dengan menghidupi salib-Nya dan mengutamakan Dia dalam hidup kita, seperti kesetiaan-Nya yang telah Dia buktikan kepada kita.

Komentar